Entitas

Kendati sudah dipersilakan masuk oleh empunya kamar, Safir masih berdiri di ambang pintu. Tubuhnya bersandar, namun tetap tegap. Raut wajahnya sulit ditebak, karena lampu kamar belum dinyalakan. Dari ranjang tempat Tio saat ini duduk, Safir adalah bayangan.

Read More Entitas

Nisbi

Malam ini hendaknya kurayakan. Bukan karena apa, tetapi karena telah kupahami dengan seksama bahwa ada dan tiadamu adalah nisbi yang merupakan perwujudan dari kecacatan itu sendiri.

Read More Nisbi

Titimangsa (11)

Semesta takkan pernah lupa identitas yang selama ini kita sembunyikan dari terangnya dunia. Ia akan datang suatu ketika sebagai pengingat yang mencerahkan—tidak pernah mengaburkan.

Read More Titimangsa (11)

Titimangsa (10)

“Tapi cerita ini belum selesai, Mevrouw,” seolah aku yang mengambil kendali plot kisah hidup Helene van Rees. “Apakah dituliskan dalam buku hariannya sedikit lebih banyak tentang Satiyem?” Mevrouw Oosterheerd melipat kedua tangannya di dada. “Waarom vraag je dat? Mengapa kamu bertanya tentang itu?”

Read More Titimangsa (10)

Titimangsa (9)

Ketiga, sebuah cundrik—keris berukuran kecil—sepanjang ujung jari manis hingga pergelangan tangan. Warna bilahnya hitam legam seperti batu meteorit, terukir indah dengan 13 luk yang melambangkan kedamaian dan keseimbangan hidup. Warangkanya—sarung cundrik—terbuat dari tembaga, dihiasi ukiran-ukiran mendetail, sedangkan gagangnya berbentuk tunggak semi Jogja berwarna coklat tua.

Read More Titimangsa (9)