Verbatim

Dalam bentuk terbaiknya, rinai hujan adalah dimensi kata-kata yang purna sebelum waktunya. Gigil angin membawa kidung laksana rumpun awan hitam menenggang jenuh air. Jemari getir melukis nama di kaca jendela yang diburamkan embun. Jemari getir lelah menggenggam tunggu.

Read More Verbatim

Apostasi

Senja menggantung rendah di kolong langit Pelabuhan Port Numbay. Bahtera raksasa KM Trembesi bermandikan cahaya matahari terakhir di bulan April, bayangannya tandas di dermaga. Kapal itu mengangkut barang dan manusia, mengangkut harapan dan nelangsa. Kota ini terkutuk. Semua orang ingin pergi.

Read More Apostasi

Galesong

Nine years went by, that first afternoon of July, on a train that was taking Galesong back from campus, he kissed a guy he loved. Jayabaya was once just a random guy who happened to be a fling. The story of how they met was not so important. Only that after the kissing, he went home with not only some heavy tort law books, but also an unexpected butterfly on his stomach.

Read More Galesong