Gandrung

Gandrung menceritakan padaku suatu trivia mengenai bagaimana tanggal 5 Oktober 1582 luput dari sejarah. Sambil mereguk kopi, ia berujar bahwa dalam suatu transisi, terkadang kita memang perlu menghapus beberapa hal—bahkan menganggapnya tidak pernah ada. Aku tidak tahu mana yang lebih ia maksudkan dengan perkataannya itu, apakah kalender Gregorius atau Anom.

Read More Gandrung

Burai

Hangat hembus napasmu pada wajahku menyiratkan sesuatu yang hendak kau burai, lewat tengah malam. Bentang langit selatan tak pernah menarik hatimu karena tak kau sesalkan lintang kemukus melintas terbakar di belakang punggungmu. Hadirku, satu-satunya perhatianmu. Barang tentu tiap kata yang kau ucapkan harus menari-nari terlebih dahulu di bawah temaram lampu kertas sebelum ia jatuh, acak […]

Read More Burai