Titimangsa (1)

Oglethorpe-Jacobs-with-photo-of-crypt-EDITED
Dr. Thornwell Jacobs dan foto Crypt of Civilization (Sumber: https://crypt.oglethorpe.edu)

Bagian 1

Musim semi 1935, Dr. Thornwell Jacobs—seorang akademisi yang di kemudian hari menjadi Presiden Oglethorpe University, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, selama hampir tiga dekade—mengalami kebuntuan ketika sedang melakukan sebuah penelitian untuk keperluan bukunya mengenai sejarah. Ia dikejutkan dengan kenyataan akan kurangnya informasi yang akurat mengenai peradaban kuno dunia.

Untuk mengindari hal serupa terjadi di masa depan, Dr. Jacobs bertekad menyelamatkan peradaban modern melalui sebuah terobosan ilmiah. Ia kemudian merancang Crypt of Civilization—sebuah kapsul waktu—di mana sejumlah besar benda terpilih hasil peradaban manusia akan disimpan di suatu tempat untuk sekian tahun dan tidak boleh dibuka hingga tanggal yang ditentukan: suatu hari di masa depan.

Proyek luar biasa ini dimulai pada musim panas Agustus 1937. Dalam waktu tiga tahun, Dr. Jacobs dan tim berhasil menciptakan mikrofilm berisi 800 hal yang patut diketahui umat manusia. Termasuk di dalamnya adalah 200 karya sastra, gambar-gambar penemuan dalam bidang transportasi dan komunikasi, catatan mengenai jenis olahraga dan hiburan dalam satu abad terakhir, film mengenai kejadian bersejarah sejak 1898, kumpulan foto Amerika Serikat sejak 1840, rekaman pidato penting di radio, peralatan medis, pemandangan objek wisata terkenal dari seluruh dunia, alat pengenal bahasa Inggris—untuk berjaga-jaga seandainya bahasa Inggris sudah tidak digunakan lagi di masa depan.

Selain mikrofilm, Crypt of Civilization juga dibangun untuk menyimpan satu set krayon dan alat tulis, seliter bir, cermin dandan lengkap dengan lampu, album Artie Shaw, manekin laki-laki dan perempuan dalam peti kaca, pesawat telepon, kain tekstil, senter, sampel aluminium foil, kamera Kodak, pisau cukur elektrik, mangkuk asal Tiongkok, sepasang stoking, sebotol Vaseline, kelereng, pisau lipat, pembuka kaleng, gelas whiskey, raket badminton, pistol mainan, boneka Afro-American, boneka kulit putih, Donald Duck, penghapus karet, mesin jahit, dan ratusan benda lainnya yang membuat ruangan dengan panjang 6 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter itu terisi penuh tabung-tabung artifak.

Crypt of Civilization terletak di bawah Phoebe Hearst Hall, sebuah gedung akademik berarsitektur neo-Gothic yang terletak di timur laut kompleks Oglethorpe University. Dr. Jacobs dan tim menempatkan the crypt di atas sebuah landasan batu. Ruangan itu beratapkan lapisan batu setebal 0,6 meter. Tidak ingin ada satu pun benda mengalami pelapukan, mereka mengganti udara di dalam ruangan dengan gas inert yang dikenal tidak reaktif, sehingga mencegah terjadinya reaksi kimiawi dengan zat sekitar.

Pada tanggal 28 Mei 1940, pintu besi raksasa anti karat dilas untuk menyegel ruangan the Crypt of Civilization. Berdasarkan penelusuran sejarah, peradaban manusia kali pertama tercatat melalui diciptakannya kalender Mesir pada 4241 SM, kurang lebih sekitar 6000 tahun yang lalu. Dengan data tersebut, Dr. Jacobs menginstruksikan bahwa Crypt of Civilization baru dapat dibuka pada tanggal 28 Mei 8113, kurang lebih sekitar 6000 tahun kemudian. Perhatikan penekanan pada 6000 tahun sebelum dan 6000 tahun sesudah. Ya, Dr. Jacobs dengan sengaja ingin menempatkan kapsul waktunya tepat di titik tengah peradaban manusia.

Selanjutnya, kapsul waktu dibuat di mana-mana. Semua orang berlomba menitipkan peradaban dengan cara yang sedemikian heroik. Semua orang ingin menjadi bagian dari sejarah. Bermula di New York untuk World Fair pada tahun 1964. Di Aktau, Kazakhstan, kapsul waktu ditanam untuk menghormati para pendiri Mangyshlak Peninsula pada tahun 1967. Di Bulan, sebuah kapsul waktu berupa cakram silikon seukuran koin berisi pesan kemanusiaan dari 73 pemimpin negara-negara seluruh dunia ditinggalkan oleh astronot Apollo 11 pada 1969.

Crypt of Civilization diklaim sebagai kapsul waktu modern pertama di dunia yang berhasil mengubur rekaman sejarah kebudayaan manusia untuk penghuni—maupun pengunjung—planet Bumi di masa depan, dengan mengusung satu tanggal spesifik. Kelompok akademisi pada masanya menilai bahwa ini merupakan suatu langkah revolusioner, di mana Dr. Jacobs sendiri kemudian dinobatkan sebagai ‘Bapak Kapsul Waktu Modern’. Berkatnya, antropolog, arkeolog, dan ahli sejarah masa depan akan memiliki metode baru yang jauh lebih akurat untuk mengkaji kehidupan lampau.

Dalam rangka memahami sejarah kapsul waktu, sekiranya riset pendahuluan yang kulakukan sudah cukup. Kembali kulihat pesan singkat Kasman, pemimpin redaksiku, sore tadi. Sekolah dasar di Muntilan, Jawa Tengah, ternyata menanam kapsul waktu pada tahun 1912. Ini berarti 28 tahun lebih awal dari apa yang pernah dilakukan Dr. Jacobs dengan Crypt of Civilization-nya. Besok adalah hari pembongkarannya. Tanpa pikir panjang, kuputuskan untuk pergi bahkan sebelum Kasman mengirim surel penugasan peliputan.

Bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s