Titimangsa (11)

agriculture-backlit-bread-134879

Bagian 11

Namiddag thee? Teh sore?” Mevrouw Oosterheerd menuangkan teh yang hangat ke cangkir kami. “Dengan sedikit bunga melati untuk aroma, usul dari Soleh. Ternyata enak juga. Harusnya kusediakan bersama strudel apel. Baru sempurna,” ia mulai menyesap tehnya. “Pekerja baru saja selesai membongkar loteng menjadi rooftop. Aku berencana membuat kafereria di sana. Bagaimana menurutmu?”

Kuhabiskan teh cepat-cepat. Mevrouw Oosterheerd hendak mengangkat poci, tetapi aku menolak dengan halu. Cangkir kosong yang masih menyisahakan kehangatannya itu hanya kupegang erat-erat.

Mevrouw Oosterheerd kini jauh lebih hangat dari sebelum-sebelumnya. Layaknya keluarga lama yang datang berjumpa, aku terus dilayaninya meski banyak tamu penting yang ingin bercakap-cakap dengannya seputar de doos van hoop. Mungkin aku orang pertama yang berhasil memecahkan teka-tekinya, itulah sebabnya. Mungkin pula ia hanya butuh teman bicara untuk kisah yang di luar batas duga ini.

Namun aku tak tega melihat Soleh bolak-balik mendapat penolakan dari Mevrouw Oosterheerd. Aku pun meminta diri, kukatakan ingin mencari udara segar, melihat matahari terbenam. Apapun.

“Ambillah foto ini bersamamu,” ujarnya sambil membuka  telapak tanganku. “Tulis apapun yang kamu inginkan. Lihat apa yang cinta kasih dapat lakukan pada sekolah ini, pada de doos van hoop. Lihat dirimu.”

Mevrouw Oosterheerd memelukku untuk beberapa saat. Tubuhnya yang mungil mengharuskanku untuk membungkuk sedikit. Berikutnya adalah hal-hal yang tidak kupedulikan, seperti beberapa jurnalis datang menghampiriku, mencecar dengan pertanyaan seputar apa yang sudah kubicarakan dengan Mevrouw Oosterheerd begitu lamanya di dalam. Kukatakan saja seputar masa depan museum ELS Moentilan. Tapi aku tak tertarik untuk melanjutkan ketika mereka memintaku untuk berbagi rekaman. Apa aku terlihat seperti jurnalis ingusan di mata mereka?

Jika kutub utara dan selatan ingin dipertukarkan, jika badai siklon sudah pada titik potensialnya, jika Gunung Merapi sudah tidak sanggup menahan tekanan, jika laju meteor raksasa yang keluar jalur sudah memasuki orbit bumi, kuharapkan semuanya terjadi saat ini juga.

Memang betul ternyata bahwa terkadang kebenaranlah yang justru membuat kita tercekat. Terang bukan berarti jelas. Selesai bukan berarti tuntas. Seperti jalan raya di perkotaan, persimpangan selalu menuntunmu ke persimpangan berikutnya. Kau hanya perlu sabar menunggu lampu berubah hijau dan terus melaju, menuju ke persimpangan berikutnya.

Kehidupan ini jauh lebih misterius dari kelihaian Mevrouw Oosterheerd yang membuatku hampir yakin ia dapat membaca pikiran. Kehidupan—dengan caranya sendiri—dapat memancarkan sinyal yang mampu membuat kita seperti narapidana dalam pelarian yang tiba-tiba terkena lampu sorot dari menara pengawas.

Secepat apapun kita berlari, sejauh apapun berita harus dikejar, sesibuk apapun pekerjaan yang tidak berbayar ini meski diiming-imingi kenaikan kasta dan publikasi, kita tidak akan pernah benar-benar meninggalkan sesuatu.

Semesta takkan pernah lupa identitas yang selama ini kita sembunyikan dari terangnya dunia. Ia akan datang suatu ketika sebagai pengingat yang mencerahkan—tidak pernah mengaburkan.

Bagiku, ia datang hari ini. Di puncak bukit hutan beringin sebuah kota kecil bernama Muntilan, di dalam sebuah bangunan neoclassic bekas sekolah dasar milik pemerintah kolonial, di tengah gegap gempita penemuan kapsul waktu de doos van hoop, di antara hiruk-pikuk pemuda pramuka pilihan sultan, di seputar rasa keingintahuan wartawan segala media, juga di balik keramah-tamahan seorang ahli waris sekaligus calon kurator museum ELS Moentilan, Jasmijn Oosterheerd.

Bisingnya dunia serasa kedap di telingaku. Kesunyian adalah sebentuk baru dari kegaduhan itu sendiri. Berdegung bebas. Tanda tanya berguguran. Tanda seru terlalu dini untuk dilencangkan. Aku menyimak pesanmu.

Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s