Titimangsa (4)

Ruang kelas penuh dengan meja dan kursi tempat anak-anak Muntilan mengisi hari. Ruang guru akan penuh percakapan akademis. Ruang utama yang berlantai marmer itu—selain menjadi meja resepsi—mungkin juga menjadi loket lost-and-found. Khayalanku buyar saat Mevrouw Oosterheerd mengangguk untuk melanjutkan.

Read More Titimangsa (4)

Titimangsa (3)

Kucoba membayangkan bagaimana suasana ketika itu. Mungkin mirip dokudrama Krakatoa: The Last Days buatan BBC? Tanpa tsunami, tentu saja. Mungkin sinar matahari terhalang selama beberapa minggu, sementara debu vulkanik yang mengandung silika berjatuhan dari langit. Seperti salju, hanya saja zat ini merusak paru-paru dan kornea mata.

Read More Titimangsa (3)

Titimangsa (2)

Pemandangan kereta api melintas di atas jembatan / seorang perempuan berseragam pramugari kereta muncul dengan efek chroma key yang kasar / pramugari kereta mempersembahkan suasana kabin yang rapi / tidak lupa animasi tanggung yang menggambarkan perkembangan jangkauan layanan kereta api di Sumatera dan Jawa. Warna-warni animasinya mengingatkanku pada iklan obat demam anak-anak.

Read More Titimangsa (2)

Titimangsa (1)

Pada tanggal 28 Mei 1940, pintu besi raksasa anti karat dilas untuk menyegel ruangan the Crypt of Civilization. Berdasarkan penelusuran sejarah, peradaban manusia kali pertama tercatat melalui diciptakannya kalender Mesir pada 4241 SM, kurang lebih sekitar 6000 tahun yang lalu. Dengan data tersebut, Dr. Jacobs menginstruksikan bahwa Crypt of Civilization baru dapat dibuka pada tanggal 28 Mei 8113.

Read More Titimangsa (1)

Rokok Menthol

Sudah sudah, barang tentu malam ini tidak jadi. Lagipula, post-koital kita yang dulu adalah membicarakan kelana senja dan lintang waluku, kenapa sekarang malah mencari-cari tisu?

Read More Rokok Menthol

Jentera

Belajar dari kesalahan, Manokwari. Manusia berpisah dan menemukan berkali-kali sepanjang masa, kita saja yang belum sadar. Manusia dan jentera raksasa itu tidak ada bedanya. Sama-sama berputar, untuk pada akhirnya kembali ke titik awal.

Read More Jentera

Pasar Gambir

Hangat hembus napasnya pada wajahku menyiratkan sesuatu yang hendak ia derai. Pada ketinggian dua puluh meter, Pasar Gambir adalah riuh-rendah keroncong dan elok cahaya keemasan lampu gas yang menerangi tenda-tenda di tengah kegelapan Koningsplein. Pesta rakyat ini telah ditunggu-tunggu sepanjang 1928. Semua orang datang dengan pakaian terbaiknya untuk merayakan hari kelahiran Sri Baginda Ratu Wilhelmina.

Read More Pasar Gambir