Titimangsa (11)

Semesta takkan pernah lupa identitas yang selama ini kita sembunyikan dari terangnya dunia. Ia akan datang suatu ketika sebagai pengingat yang mencerahkan—tidak pernah mengaburkan.

Read More Titimangsa (11)

Titimangsa (10)

“Tapi cerita ini belum selesai, Mevrouw,” seolah aku yang mengambil kendali plot kisah hidup Helene van Rees. “Apakah dituliskan dalam buku hariannya sedikit lebih banyak tentang Satiyem?” Mevrouw Oosterheerd melipat kedua tangannya di dada. “Waarom vraag je dat? Mengapa kamu bertanya tentang itu?”

Read More Titimangsa (10)

Titimangsa (9)

Ketiga, sebuah cundrik—keris berukuran kecil—sepanjang ujung jari manis hingga pergelangan tangan. Warna bilahnya hitam legam seperti batu meteorit, terukir indah dengan 13 luk yang melambangkan kedamaian dan keseimbangan hidup. Warangkanya—sarung cundrik—terbuat dari tembaga, dihiasi ukiran-ukiran mendetail, sedangkan gagangnya berbentuk tunggak semi Jogja berwarna coklat tua.

Read More Titimangsa (9)

Titimangsa (1)

Pada tanggal 28 Mei 1940, pintu besi raksasa anti karat dilas untuk menyegel ruangan the Crypt of Civilization. Berdasarkan penelusuran sejarah, peradaban manusia kali pertama tercatat melalui diciptakannya kalender Mesir pada 4241 SM, kurang lebih sekitar 6000 tahun yang lalu. Dengan data tersebut, Dr. Jacobs menginstruksikan bahwa Crypt of Civilization baru dapat dibuka pada tanggal 28 Mei 8113.

Read More Titimangsa (1)