Entitas

Kendati sudah dipersilakan masuk oleh empunya kamar, Safir masih berdiri di ambang pintu. Tubuhnya bersandar, namun tetap tegap. Raut wajahnya sulit ditebak, karena lampu kamar belum dinyalakan. Dari ranjang tempat Tio saat ini duduk, Safir adalah bayangan.

Read More Entitas

Sirkuit Malam

Suatu hari pernah Arkan bercerita tentang rule of thirds—aturan sepertiga—dalam dunia fotografi yang memosisikan objek di sepertiga bagian dalam foto agar lebih enak dilihat. Lalu juga tentang framing—teknik menggunakan objek pendukung untuk membingkai objek utama, misalnya menggunakan lengkung dedauan untuk membingkai seekor harimau. Ramos tidak mengerti itu semua, pun ia selalu akan lupa dengan segera. Namun ia senang mendengarkan Arkan bercerita, terutama karena paras penceritanya begitu menggairahkan.

Read More Sirkuit Malam

Verbatim

Dalam bentuk terbaiknya, rinai hujan adalah dimensi kata-kata yang purna sebelum waktunya. Gigil angin membawa kidung laksana rumpun awan hitam menenggang jenuh air. Jemari getir melukis nama di kaca jendela yang diburamkan embun. Jemari getir lelah menggenggam tunggu.

Read More Verbatim

Galesong

Nine years went by, that first afternoon of July, on a train that was taking Galesong back from campus, he kissed a guy he loved. Jayabaya was once just a random guy who happened to be a fling. The story of how they met was not so important. Only that after the kissing, he went home with not only some heavy tort law books, but also an unexpected butterfly on his stomach.

Read More Galesong

Lintang Waluku

Lalu kami menghilang dalam tata nilai. Lengan merangkul, tangan menggenggam. Omong kosong dunia-milik-berdua. Tanah ini milik mereka yang dibenarkan.

Read More Lintang Waluku