Titimangsa (11)

Semesta takkan pernah lupa identitas yang selama ini kita sembunyikan dari terangnya dunia. Ia akan datang suatu ketika sebagai pengingat yang mencerahkan—tidak pernah mengaburkan.

Read More Titimangsa (11)

Titimangsa (10)

“Tapi cerita ini belum selesai, Mevrouw,” seolah aku yang mengambil kendali plot kisah hidup Helene van Rees. “Apakah dituliskan dalam buku hariannya sedikit lebih banyak tentang Satiyem?” Mevrouw Oosterheerd melipat kedua tangannya di dada. “Waarom vraag je dat? Mengapa kamu bertanya tentang itu?”

Read More Titimangsa (10)

Titimangsa (8)

Foto ini terpotong di bagian tengah sehingga yang dapat kulihat hanyalah sosok dua manusia dari pinggul ke bawah. Yang satu mengenakan rok bunga-bunga sebatas lutut dan sepatu flat putih. Yang satu lagi mengenakan beskap putih dengan terusan kain batik hingga tumit, lengkap dengan selop hitam khas priyayi Jawa.

Read More Titimangsa (8)

Titimangsa (7)

Pada hari ini, 10 Juli 1912, kami mengubur dengan sukarela sebuah kotak berisi benda-benda dalam rangka merayakan kelulusan alumni pertama kami dan menghormati guru serta murid saat ini dan di masa yang akan datang. Semoga mereka yang hadir setelah kami dapat membuka kotak ini pada 10 Juli 2012, sembari mengingat keberadaan dan kasih sayang kami terhadap tempat ini dan kemanusiaan. Sekolah Dasar Eropa Moentilan.

Read More Titimangsa (7)

Titimangsa (6)

Helene sudah menghabiskan dua tahun mencari keberadaan Raden Suryodikromo ketika suatu hari ia menerima selembar salinan manifes kapal uap yang berangkat dari Surabaya ke Suriname, sebuah wilayah jajahan Belanda di Amerika Selatan. Nama suaminya tertera di sana.

Read More Titimangsa (6)

Titimangsa (5)

Banyak perubahan terjadi selepas dunia memasuki gerbang abad ke-20. Epidemi kolera yang menyerang Filipina mulai mereda. Fosil Tyrannosaurus rex ditemukan seorang paleontologis di Hell Creek, Montana. Australia menjadi negara persemakmuran. Max Planck memformulasikan teori kuantum. Ratu Wilhelmina dari Belanda mengumumkan penerapan politik etis untuk kesejahteraan kaum pribumi di daerah kolonial Hindia Belanda.

Read More Titimangsa (5)

Titimangsa (4)

Ruang kelas penuh dengan meja dan kursi tempat anak-anak Muntilan mengisi hari. Ruang guru akan penuh percakapan akademis. Ruang utama yang berlantai marmer itu—selain menjadi meja resepsi—mungkin juga menjadi loket lost-and-found. Khayalanku buyar saat Mevrouw Oosterheerd mengangguk untuk melanjutkan.

Read More Titimangsa (4)